Rabu, Oktober 27, 2010

Puisi Cinta

Jujur ku katakan kepada mu
aku sayang kamu
Aku mencintaimu setulus hati ku
Bagi ku hanya kaulah penerang hidupku
T’lah berulang kali ku coba
Mencari pengganti dirimu
Membuka hati untuk yang lain
Namun semua sia-sia
Dan ternyata cinta ini hanya untuk mu
Mungkin memang aku yang bersalah
Karna ku tak pernah menjadi seperti apa yang kau mau
Andai ku memahami dirimu lebih dari segalanya
Pasti kau dan aku akan bersama selamanya
Tapi kini kau pergi tinggalkan aku
Kasih………….
Salah kah aku tak bisa menjaga hatimu di hati ku
Salah kah aku tak memahami dirimu
Kasih…………
Kini aku kan melupakan mu
Aku kan mencoba membuka hati tuk yang lain
Aku terus mencoba dan terus mencoba melupakanmu
Namun aku tetap tak bisa
Karma Hanya hati mu yang kini ada dihatiku
Sampai kapanpun kau kan selalu dihati ku
Dan sampai kapan pun aku tak kan bisa melupakanm

Rabu, Oktober 27, 2010

Kekasih

Kekasih…
Laksana cermin dalam resonansi jiwa
Yang menggetarkan palung hati hingga keraga
Dan menghantarkan kehangatan bara
dari bekunya hati sang kelana
kekasih…
kesetiaan agung pada dera kerinduan
laksana pantai menanti ombak dalam pelukan
yang teredam pada dalamnya kebisuan
kekasih…
seperti bunga yang menjaga tingginya kuncup
pucuk-pucuk kasihmu tak juga meredup
mencumbui lautan sukma yang kuyup
dalam serenade desiran angin sayup
kekasih…
karang-karang kesabaran yang tumbuh di lubuk kalbu
meleburkan kebimbangan sang peragu
saat luka kuburkan semburat hasrat perindu
dari kelam kelabu cerita lalu
kekasih…
butiran hujan yang jatuh selayak mutiara
terbungkus rapi dalam kado asa
untuk kau buka jika saatnya tiba
andai mampu kusibak jendela masa
kekasih…
sanjung puji dalam serambi janji
terucap lugas pada paras sejati
demi ikrar atas cinta suci
rekatkan dua hati yang terpatri

Rabu, Oktober 27, 2010

Senantiasa

Senantiasa
Ku mencoba tuk s’lalu ada
Saat kau menangisi duka
Atau saat berbagi tawa
Senantiasa
Tak pernah cukup mudah
Namun hasrat membuatku bisa
Tentangmu adalah asa
Senantiasa
Kuhindari menorehkan luka
Membuatmu s’lalu bahagia
Kemarin, kini dan sepanjang masa
Hanya mencoba untuk menulis puisi baru di AnggrekBiru.com ini. Meski susah, setidaknya satu puisi di atas adalah bukti untuk rekan semuanya bahwa Kenzt slalu mencoba untuk menuliskan puisi baru di AnggrekBiru.com ini.
Semoga bisa cukup menghibur. Semoga berguna bagi yang membutuhkannya.

Rabu, Oktober 27, 2010

Jangan Pernah

Jangan pernah mengatakan pada hatimu bahwa aku pergi karna tak setia
Sebab cinta masih ada, terbenam diantara asa dan dilema
Sedetikpun hingga kini ku tak mencoba mengusir rasa untukmu
Sebab itu indah… dan kau pun tahu betapa bingungnya aku
Jangan pernah berhenti untuk percaya bahwa cinta masih tetap ada
Meski waktu terus membuktikan sebaliknya, kau t’lah mengerti sebabnya
Sedetikpun aku tak mencoba untuk menghapus semua tentangmu
dan kuterus merajut asa tentang bersamamu pada suatu waktu
Takdir kita memang pahit… ku harus membuat pilihan sulit
Semoga pilihan bijak hari ini, buatkan bahagia untuk kedua hati
Untukku…juga untukmu… Hingga kelak menjemput masa
Saat sang mentari lukiskan pelangi di langit kita berdua
Jangan pernah berhenti untuk percaya bahwa cinta suci itu ada
Jangan pernah berhenti untuk menyalahkan takdir saat tak sesuai ingin
Jangan pernah berhenti untuk kobarkan semangat saat realitas memburamkan harap
Jangan pernah berhenti sebab

Rabu, Oktober 27, 2010

Seorang Penyair

Apa yang dapat diberikan seorang penyair ?
Saat tak ada sesuatu yang dapat mengilhami
Ketika realita tak cukup untuk menginspirasi
Matikah ia…. bersama syair-syair lama yang t’lah lapuk
dan kehilangan pembaca ?
Apa yang harus dilakukan seorang penyair ?
Saat kosong memenuhi imaji
Saat sendiri juga tak cukup berikan ruang untuk kehadiran satu puisi
Tak pantas lagikah ia… tetap disebut penyair walaupun tak lagi mampu
untuk tetap bersyair ?
Setelah lama tidak menulis satu pun puisi, satu tulisan di atas adalah sebuah curahan hati dari saya tentang keadaan yang terjadi di sekian waktu ini. Oh ya, hari ini saya juga menulis 2 puisi baru dimana salah satunya adalah puisi valentine untuk menyambut hari kasih sayang yang udah semakin dekat ini. Kedua puisi baru tersebut saya letakkan di MunajatCinta.com.

Rabu, Oktober 27, 2010

Tak Pernah Berlalu

Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu
Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya
Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?

Rabu, Oktober 27, 2010

L I D A H

ketika ber ucap tertulis di hati
ketika kau katakan tertoreh oleh pedang mu
tak kan terlupakan kata-kata itu
yang membuat luka yang tak bisa di jahit
yang membuat air mata tak ter tahan
yang membuat padam nya cinta kasih ku
kini kau ingat kan aku akan luka-luka itu
pedih memang ,perih memang
tak seorang pun bisa merasakan
luka di sayat sembilu
sekarang kau anggap mudah dengan ber kata ”ma’af”
bisakah kau putar waktu agar itu semua tak ter jadi??
kenapa kau ingat kan aku?? kenapa kau lukai aku??
lidah mu tak ber tuan..lidah mu bagai silet yg tajam
iyah,ku ma’afkan salah mu
iyah ku ikhlas kan kepergian mu
tapi jangan ingat kan aku akan luka-luka itu
biar kan aku menikmati kesendirian ku
relakanlah aku pergi
ikhlaskan lah aku berlalu dari kehidupan mu
tembok pun bisa bersaksi akan diri mu
memang lidah mu tajam bagai pedang
tapi hati ku kini kebal dan membeku
sekali layar terkembang pantang untuk di surutkan
sekali berjanji pantang tak di tepati
sekali melangkah pantang untuk mundur kembali
aku pergi dan tak pernah akan kembali

Rabu, Oktober 27, 2010

Puisi Cinta kasih yang terkoyak

canda tawa musnah tak ber asa
tangis bahagiapun sudah tiada
getir bila mengingat kebersama’an itu
tragis sudah terjadi kasih pun musnah
kini hanya nyanyian dalam hati
insan lemah tak berdaya
hanya jerit tangis dalam kata
indah tapi perih
suka tapi keduka’an
gembira tapi berbuah nestapa
lara hati tak ber tepi
musibah berbuah hikmah
bumi pun ikut menangis
hujan pun ikut menjerit
sang angkara sedang meraja
sungguh berani melawan bumi
matilah rasa hilang lah asa
hanya jerit sang buah hati
penawar nestapa……….